BITUNG – TNI Angkatan Darat melalui Babinsa jajaran Kodim 1310/Bitung terus menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter generasi muda bangsa melalui optimalisasi implementasi Buku Pedoman Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) di lingkungan sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai patriotisme, cinta tanah air, semangat kebangsaan, serta kedisiplinan kepada para pelajar sejak usia dini.
Program pembinaan tersebut dilaksanakan oleh Babinsa di wilayah Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara dengan menyasar berbagai satuan pendidikan, mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Dasar. Melalui pendekatan edukatif dan komunikatif, para Babinsa memberikan materi wawasan kebangsaan, cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta penguatan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Sejumlah sekolah yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan antara lain SD Katolik Santa Maria Kelurahan Manembo-Nembo, SD GMIM 29 Pasirpanjang, TK GMIM Debora Sukur Airmadidi, SD Inpres Tontalete Kema, SD Inpres Likupang Satu, SDN Matungkas, serta berbagai sekolah lainnya di wilayah binaan Kodim 1310/Bitung.
Dalam pelaksanaannya, Babinsa menerapkan metode pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan usia peserta didik, seperti ceramah interaktif, storytelling atau dongeng edukatif, lagu dan gerak bertema nasionalisme, kegiatan mewarnai, permainan edukatif, hingga simulasi dan bermain peran. Metode tersebut dirancang agar nilai-nilai bela negara dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh para siswa.
Komandan Kodim 1310/Bitung, Letkol Inf Dewa Made DJ, menegaskan bahwa implementasi Buku Pedoman PKBN merupakan salah satu langkah strategis TNI AD dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, berjiwa nasionalis, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.
“Pembinaan Kesadaran Bela Negara di lingkungan sekolah sangat penting untuk menanamkan rasa cinta tanah air, semangat persatuan, kedisiplinan, serta tanggung jawab sebagai warga negara sejak usia dini. Melalui implementasi Buku Pedoman PKBN, para Babinsa memiliki pedoman yang jelas sehingga pembinaan yang diberikan dapat berlangsung secara terarah, efektif, dan mudah dipahami oleh para pelajar,” ujar Dandim.
Lebih lanjut, Letkol Inf Dewa Made DJ menekankan bahwa generasi muda merupakan aset strategis bangsa yang harus dipersiapkan secara optimal dalam menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.
“Kami berharap kehadiran Babinsa di sekolah-sekolah tidak hanya memberikan wawasan kebangsaan, tetapi juga menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus belajar, berprestasi, menjaga persatuan, serta menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun bangsa. Dengan tumbuhnya kesadaran bela negara sejak dini, akan lahir generasi Indonesia yang tangguh, berkarakter, dan siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan pembinaan tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Program ini dinilai memberikan dampak positif dalam pembentukan karakter peserta didik, meningkatkan disiplin, memperkuat wawasan kebangsaan, serta membangun semangat nasionalisme di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.
Melalui kegiatan Pembinaan Kesadaran Bela Negara di lingkungan pendidikan, TNI AD terus berupaya memperkuat ketahanan nasional dari tingkat akar rumput dengan menyiapkan generasi penerus bangsa yang memiliki integritas, karakter kuat, serta semangat pengabdian kepada negara.

Social Header