Breaking News

https://youtu.be/baf3VlHdXto?si=XGJvc-8JiC3mj-OS

Di Balik Sewa 600 Ribu Per Jam Ekskavator Bantuan Kini Menjadi Besi Tua

Muna Sultra-​ Harapan warga desa Napalakura kabupaten Muna  untuk menjadi desa maju dengan melalui bantuan alat berat kini berujung pada kekecewaan mendalam. Ekskavator yang seharusnya menjadi solusi pembangunan, kini teronggok tak berdaya dan dipenuhi karat. Padahal, sebelumnya warga rela merogoh kocek hingga Rp600.000 per jam demi bisa memanfaatkan alat tersebut. 05/01/2026
​Selama masa operasionalnya, alat berat ini tidak diberikan secara cuma-cuma kepada warga yang membutuhkan. Untuk pengerjaan lahan atau pembukaan tambak sebagai penghasilan warga untuk kebutuhan keluqrga, warga dibebankan biaya sewa yang tergolong tinggi. Uang tersebut  digunakan untuk biaya bahan bakar (BBM), upah operator, dan dana pemeliharaan.

​Namun, transparansi pengelolaan dana tersebut kini dipertanyakan. Saat terjadi kerusakan teknis pada komponen utama, dana yang terkumpul dari keringat warga tersebut seolah "menguap". Tidak ada biaya yang tersedia untuk perbaikan, hingga akhirnya mesin berhenti menderu total.
​DAri pantauan media ekskavator ini sdah Tidk terawat dan mulai berkarat dan serta tidak berfungsi lagi.

​ Alat yang dulunya menjadi kebanggaan desa kini hanya menjadia pajangan di halaman warga.

"Setiap kali kami memakai jasa eksavator untuk membuka lahan Tambak atau perbaiki tambak kami harus merogoh gocek 600 ribu/jamnya untuk Biaya Bahan bakar minyak (BBM) dan upah operator .Tapi sekarang alatnya rusak begitu saja." keluh salah seorang warga yang pernah menggunakan jasa alat tersebut.

"Padahal dari Hasil sewq  alat berat  itu bisa memperbaiki kerusakan.sungguh sangat di sayangkan alat berat itu tdak di perbaiki. biaya sewa yang sangat mahal tapi pada saat rusak di biarkan bgtu saja.yang menjadi pertanyaan kemana uang dari Hasil sewa,padahal alat ini beroperasi sudah cukup lama masa hanya perbaiki kerusakan tidak Ada uangnya?."Tanya warga.

Kini Alat berat itu menjadi pajangan di lahan Warga dan telah menjadi besi tua

Semntara itu ketua kelompok Tahir sampaga belum bisa di konfirmasi.
Penulis:Ujang kresek
© Copyright 2022 - GARDA BHAYANGKARA