Bitung — 13 Januari 2026 - Sosok pemimpin yang memahami kondisi riil bawahannya dan denyut nadi masyarakat adalah aset berharga yang tidak boleh dikorbankan oleh kepentingan politik maupun isu-isu kelompok tertentu. Hal inilah yang tercermin dari kepemimpinan Camat Maesa, Welmi Kalangit, S.Sos, yang dinilai sebagai figur pemimpin berintegritas, berempati, dan berpihak pada rakyat.
Di tengah kondisi sulit pada tahun 2024, saat anggaran APBD Kota Bitung mengalami penurunan signifikan dan berdampak pada belum terbayarkannya gaji THL, Kepala Lingkungan (Pala), serta Rukun Tetangga (RT) oleh Pemerintah Kota Bitung, Camat Maesa menunjukkan keteladanan luar biasa. Dengan penuh rasa tanggung jawab dan kepedulian, Welmi Kalangit mengambil inisiatif pribadi untuk membayarkan upah para THL, Pala, dan RT, demi menjaga keberlangsungan pelayanan dan kesejahteraan aparat di tingkat paling bawah.
Langkah tersebut bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan wujud nyata kepemimpinan yang berangkat dari nurani, empati, dan keberpihakan kepada rakyat kecil. Di saat banyak pemimpin memilih diam dan berlindung di balik prosedur, Camat Maesa justru hadir langsung menyelesaikan persoalan di lapangan.
Masyarakat Kecamatan Maesa menilai, pemimpin seperti ini bukan untuk dilepas, tetapi justru harus dipertahankan dan dilindungi. Mereka mengingatkan agar Pemerintah Kota Bitung, khususnya Wali Kota Bitung, tidak terjebak pada isu-isu lama, kepentingan tim pemenangan, atau manuver oknum tertentu yang berpotensi mengorbankan sosok pemimpin yang bekerja tulus dan memahami kondisi masyarakatnya.
“Kami meminta dengan tegas agar jangan ada kepentingan oknum tertentu yang justru mengorbankan pemimpin yang dicintai, dihormati, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas perwakilan warga Kecamatan Maesa.
Masyarakat menegaskan, kepemimpinan yang baik tidak diukur dari kedekatan politik, tetapi dari keberanian mengambil tanggung jawab dan keberpihakan kepada rakyat di saat krisis. Camat Maesa Welmi Kalangit telah membuktikan hal tersebut.
Oleh karena itu, masyarakat Kecamatan Maesa secara terbuka menyampaikan aspirasi agar pemimpin berkarakter seperti Welmi Kalangit tetap dipertahankan, dijadikan contoh, dan tidak dijadikan korban kepentingan sesaat. Bitung membutuhkan pemimpin yang bekerja dengan hati, bukan sekadar kekuasaan.

Social Header