BITUNG — Gardabhayangkara.Biz.id - 19 Mei 2026 - Sorotan terhadap dugaan praktik mafia BBM solar subsidi ilegal di Kota Bitung terus meluas. Kali ini, Prof DR KH Sutan Nasomal turut angkat bicara dan mendesak aparat penegak hukum pusat segera turun tangan membongkar dugaan jaringan permainan BBM ilegal yang menyeret nama Farhan dari PT SKL.
Prof DR KH Sutan Nasomal SH, MH yang dikenal sebagai Pakar Hukum Internasional, ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii, sekaligus Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS, menegaskan bahwa dugaan penyalahgunaan BBM subsidi merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sepele.
“BBM subsidi adalah hak rakyat kecil. Kalau ada dugaan penimbunan, permainan distribusi, atau mafia solar subsidi ilegal, maka itu bentuk pengkhianatan terhadap rakyat dan negara,” tegas Prof Sutan Nasomal, Selasa (19/5/2026).
Ia menyoroti adanya dugaan penampungan BBM solar di sejumlah gudang di wilayah Matuari dan Madidir, Bitung, serta keterkaitan gudang lain di Kota Manado. Menurutnya, alasan memiliki faktur dan Delivery Order (DO) tidak cukup menghentikan proses penyelidikan apabila ditemukan aktivitas yang mencurigakan di lapangan.
“Kalau benar legal, tunjukkan seluruh dokumen secara terbuka. Jangan hanya bicara punya DO dan faktur, tetapi BBM ditampung di gudang-gudang yang menimbulkan pertanyaan publik,” katanya.
Prof Sutan Nasomal juga meminta Mabes Polri, BAIS, BPH Migas, dan Kejaksaan Agung segera melakukan audit investigatif terhadap dugaan jaringan distribusi solar subsidi ilegal tersebut, termasuk memeriksa pihak-pihak yang disebut mengendalikan aktivitas gudang.
“Periksa semua pihak tanpa pandang bulu. Jangan ada oknum yang merasa kuat karena diduga dibekingi. Negara harus hadir dan hukum harus ditegakkan secara adil,” ujarnya.
Ia menilai, apabila dugaan mafia BBM subsidi benar terjadi dan dibiarkan berlarut-larut, maka dampaknya sangat merugikan masyarakat luas, terutama nelayan, petani, pelaku usaha kecil, dan sektor transportasi yang bergantung pada BBM subsidi.
Selain itu, Prof Sutan Nasomal juga mengingatkan agar aparat penegak hukum bekerja profesional dan transparan demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara.
“Rakyat sekarang melihat dan menilai. Jangan sampai hukum terlihat tajam ke rakyat kecil tetapi tumpul terhadap pemain besar yang diduga merugikan negara miliaran rupiah,” pungkasnya.
Narasumber:
Prof DR KH Sutan Nasomal SH, MH
Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii dan Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS.

Social Header