Breaking News

https://youtu.be/baf3VlHdXto?si=XGJvc-8JiC3mj-OS

Cadika Limbung Bukan Sekadar Lahan, Tapi Jejak Sejarah Pramuka Gowa.

Oleh : Faisal Salahuddin Marowa
Purna Bhakti Kepala Bumi Perkemahan Cadika
2020–2024

Gowa, - 23 Mei 2026 - Cadika Limbung memang merupakan aset Pemerintah Daerah Gowa, namun sejak tahun 1975 kawasan tersebut telah diperuntukkan secara khusus sebagai bumi perkemahan Pramuka dan penyerahannya pun tertuang secara resmi dalam sertifikat. Karena itu, Cadika bukan hanya aset biasa, melainkan bagian dari sejarah panjang pembinaan generasi muda.
Sejak tahun 2020, kawasan Cadika telah direvitalisasi oleh Pemerintah Daerah selama empat tahun berturut-turut. Anggaran yang tidak sedikit telah digelontorkan demi memaksimalkan pengelolaan bumi perkemahan tersebut agar menjadi pusat kegiatan kepemudaan dan kepramukaan yang representatif.
Namun kini muncul rencana pengalihfungsian lahan Cadika untuk pembangunan sekolah rakyat, sementara bumi perkemahan akan dipindahkan ke daerah Parangloe atau Pattallassang di lahan kosong. Tentu hal ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat dan para alumni Pramuka.
Mengapa sekolah rakyat tidak dibangun saja di lahan kosong yang tersedia? Mengapa harus memindahkan pusat sejarah dan pengkaderan Pramuka yang telah hidup puluhan tahun di Cadika Limbung?
Cadika Limbung bukan sekadar hamparan tanah. Di tempat itu lahir proses pengkaderan Praja Muda Karana. Banyak tokoh, pemimpin, dan generasi pengabdi bangsa ditempa dari semangat disiplin, kepemimpinan, dan pengabdian yang tumbuh di bumi perkemahan tersebut.
Sejarah tidak boleh diputus hanya karena perubahan kebijakan sesaat. Sebab menjaga Cadika berarti menjaga warisan pendidikan karakter bagi generasi masa depan.(Red)
© Copyright 2022 - GARDA BHAYANGKARA