Breaking News

https://youtu.be/baf3VlHdXto?si=XGJvc-8JiC3mj-OS

Wakapolda Sulut Turun ke Lokasi, Mabes Polri Pastikan Penanganan Korban Gempa M 7,6 di Manado Berjalan Maksimal

Sulawesi Utara, 2 April 2026 — Jajaran Kepolisian Republik Indonesia bergerak cepat merespons dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara. Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Awi Setiyono turun langsung meninjau lokasi terdampak di kawasan GOR KONI Sario, Manado, Kamis (2/4/2026).

Peninjauan dilakukan menyusul laporan kerusakan serius pada bangunan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Dalam kejadian tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Di lokasi, aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta memastikan proses evakuasi berjalan aman dan terkendali. Wakapolda juga didampingi sejumlah pejabat utama Polda Sulut guna memastikan langkah penanganan berjalan optimal.

Selain fokus pada lokasi kejadian, kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan patroli dan pendataan di berbagai wilayah terdampak guna mengantisipasi risiko lanjutan, termasuk potensi gempa susulan.

Wakapolda Sulut menegaskan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan jajaran Polres serta pemantauan di wilayah pesisir, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kenaikan air laut yang signifikan. Potensi tsunami dipastikan telah terlewati dan situasi di wilayah kepulauan, termasuk Bitung, dalam kondisi kondusif.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap waspada. Wilayah kita berada di zona Ring of Fire, sehingga potensi gempa susulan tetap ada,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan warga agar segera keluar dari bangunan saat terjadi guncangan kuat serta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau dinilai tidak aman.

Lebih lanjut, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan berpotensi menimbulkan kepanikan.

Hingga saat ini, Polri bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan pendataan menyeluruh di seluruh wilayah Sulawesi Utara, termasuk kawasan Likupang dan Minahasa Utara.

Berdasarkan data terbaru dari BMKG, gempa tektonik terjadi pada pukul 05:48:16 WIB atau 06:48:16 WITA, dengan koordinat 1,25 LU dan 126,27 BT pada kedalaman 62 kilometer. Pusat gempa berada di laut, antara wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara.

Polri memastikan akan terus hadir di tengah masyarakat untuk menjamin keamanan, keselamatan, serta percepatan penanganan pascabencana.

© Copyright 2022 - GARDA BHAYANGKARA