Breaking News

https://youtu.be/baf3VlHdXto?si=XGJvc-8JiC3mj-OS

ULTIMATUM MEMBARA! Sahrir Jamsin “KUNCI” Dirut RSUD Jailolo: Buka Audit atau Siap Digulung Aksi & Proses Hukum!


Halmahera Barat — Ketegangan memuncak. Ketua SEMAINDO Halmahera Barat, Sahrir Jamsin, meluncurkan serangan terbuka tanpa kompromi kepada Direktur RSUD Jailolo, dr. Novimaryana Drakel. Ia menilai polemik anggaran BLUD 2025 bukan sekadar masalah administrasi, melainkan sudah mengarah pada dugaan serius yang tidak bisa lagi ditutupi dengan bahasa aman.

Sahrir menegaskan, seluruh klarifikasi yang disampaikan pihak RSUD sejauh ini hanya “bungkus retorika” yang gagal total menjawab inti persoalan.

“Cukup! Publik tidak butuh sandiwara kata-kata. Yang dibutuhkan adalah data, angka, dan bukti. Kalau hanya bicara tanpa substansi, itu bukan klarifikasi—itu pengaburan!” tegasnya keras.

Ia bahkan menyoroti sikap Direktur yang dinilai tidak meyakinkan dan terkesan gamang saat menjelaskan penggunaan anggaran.

“Bagaimana mungkin seorang Direktur tidak berdiri tegak di atas datanya sendiri? Cara bicara yang ragu dan berubah-ubah justru memperkuat dugaan bahwa ada sesuatu yang sengaja disembunyikan. Ini bukan hal sepele!” lanjut Sahrir.

Menurutnya, anggaran BLUD adalah uang rakyat yang tidak boleh dikelola secara gelap atau diselimuti istilah teknis untuk menghindari pertanggungjawaban.

“Ini bukan panggung retorika, ini uang rakyat! Jangan jadikan istilah teknis sebagai tameng untuk menipu publik. Kalau tidak ada yang disembunyikan, buka semuanya sekarang juga!” katanya lantang.

Dalam pernyataan yang semakin memanas, Sahrir secara terang-terangan memberikan ultimatum keras: audit terbuka atau hadapi konsekuensi besar.

“Saya tantang secara terbuka: berani atau tidak Direktur RSUD Jailolo melakukan audit terbuka di depan publik? Jangan hanya berani tampil di media, tapi sembunyikan data di belakang. Itu pengecut!” serangnya tajam.

Ia memastikan, jika ultimatum ini diabaikan, gelombang perlawanan akan segera digerakkan.

“Kalau audit terbuka tidak dilakukan, kami pastikan aksi besar-besaran akan turun. Dan ini tidak berhenti di jalanan—kami dorong sampai ke aparat penegak hukum. Ini sudah masuk dugaan serius, bukan lagi sekadar miskomunikasi!” tegasnya.

Di akhir pernyataan, Sahrir menutup dengan nada ultimatum yang tak menyisakan ruang abu-abu.

“Pilih sekarang: buka semua secara terang di hadapan rakyat, atau bersiap menghadapi tekanan publik dan proses hukum. Kami tidak akan mundur satu langkah pun sampai kebenaran dibongkar habis!” pungkasnya.

(Noval)

© Copyright 2022 - GARDA BHAYANGKARA