Breaking News

https://youtu.be/baf3VlHdXto?si=XGJvc-8JiC3mj-OS

“KONFLIK SIBENPOPO–BANEMO MEMANAS! KETUM SENTRAL MALUT DESAK POLISI BONGKAR AKAR MASALAH DAN TANGKAP PROVOKATOR!”



Maluku Utara – 4 April 2026
Konflik antarwarga yang melibatkan Desa Sibenpopo dan Desa Banemo di Kabupaten kembali menjadi sorotan serius berbagai pihak. Situasi yang telah menimbulkan korban dan kerugian ini dinilai tidak bisa dianggap sebagai konflik biasa, melainkan harus ditangani secara cepat, tegas, dan menyeluruh.

Ketua Umum SENTRAL Pergerakan Sosial Masyarakat Maluku Utara, , angkat bicara dan menegaskan bahwa bentrokan keras antarwarga harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah hingga tingkat provinsi.

“Konflik ini tidak bisa dianggap sepele. Sudah ada korban, artinya negara harus hadir secara serius. Pihak kepolisian harus bekerja ekstra untuk mengungkap akar persoalan yang sebenarnya,” tegas Rivaldo.

Ia mendesak segera membentuk tim investigasi khusus guna menelusuri penyebab utama konflik yang diduga tidak terjadi secara tiba-tiba.

“Kami mendesak kepolisian untuk bertindak tegas terhadap siapa pun aktor yang mencoba memperkeruh keadaan. Tidak boleh ada ruang bagi provokator. Konflik ini pasti ada sebabnya, tidak mungkin muncul begitu saja,” lanjutnya.

Selain itu, Rivaldo juga mengkritik langkah pemerintah yang dinilai belum menyentuh akar persoalan. Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya dengan membangun kembali rumah warga yang terbakar, tetapi harus menjamin keamanan jangka panjang masyarakat.

“Pemerintah provinsi tidak cukup hanya bicara pembangunan kembali rumah. Yang lebih penting adalah memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga dan konflik tidak terulang,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, ia mengusulkan kehadiran pos keamanan permanen seperti kompi TNI atau pos Brimob di wilayah perbatasan antara Desa Sibenpopo dan Banemo guna mengontrol situasi secara berkelanjutan.

Di akhir pernyataannya, SENTRAL PSM Malut menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi pelajaran penting bagi aparat keamanan agar lebih responsif terhadap laporan masyarakat.

“Jangan tunggu konflik meledak baru bertindak. Setiap laporan warga harus direspons cepat. Jangan sampai kelengahan aparat justru memperbesar konflik,” tutup Rivaldo.

Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi semua pihak—bahwa menjaga stabilitas dan persaudaraan di Maluku Utara adalah tanggung jawab bersama, dan tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan segelintir pihak.

(Tim/DJ)

© Copyright 2022 - GARDA BHAYANGKARA