TERNATE, 6 April 2026 — Gempa bumi yang mengguncang Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, memicu gelombang kepedulian dari kalangan pemuda. Organisasi Kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam Cipayung Plus Maluku Utara bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak.
Aksi solidaritas ini melibatkan sejumlah organisasi mahasiswa besar, di antaranya Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Wilayah XV Maluku Utara, Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII Maluku Utara), Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI Maluku Utara), Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM Maluku Utara), serta Dewan Pimpinan Daerah Liga Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD LMND Maluku Utara).
Sebagai bentuk nyata kepedulian, bantuan yang disalurkan berupa 175 karung beras ukuran 5 kilogram dan 65 karton mie instan guna membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat di wilayah terdampak.
Koordinator Wilayah XV GMKI Maluku Utara, Jufri Bayar, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar respons spontan, melainkan langkah strategis dalam memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Peran organisasi kepemudaan tidak boleh berhenti pada wacana. Kami harus hadir langsung di tengah masyarakat, terutama saat bencana yang tak terduga terjadi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua PKC PMII Maluku Utara, Fajar, yang berharap bantuan tersebut mampu meringankan beban warga Pulau Batang Dua.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab moral, bukan hanya pemerintah, tetapi juga kami sebagai bagian dari masyarakat,” tegasnya.
Ketua Wilayah KAMI Maluku Utara, Faisal Tolado, turut menekankan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian kemanusiaan lintas organisasi.
“Semoga bantuan ini benar-benar membantu masyarakat Batang Dua dalam menghadapi situasi sulit,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD IMM Maluku Utara, M. Taufan Baba, menegaskan bahwa gerakan kemanusiaan harus menjadi fondasi utama organisasi mahasiswa dalam merespons setiap krisis.
“Solidaritas sosial adalah kekuatan utama kita dalam menghadapi bencana,” ujarnya.
Ketua Wilayah LMND Maluku Utara, Sahrul M. Manan, juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas organisasi agar penanganan bencana berjalan efektif dan berkelanjutan.
Para pimpinan OKP sepakat bahwa aksi ini lahir bukan karena kesamaan latar belakang agama atau suku, melainkan dari semangat persatuan sebagai satu keluarga besar Maluku Utara.
Penyaluran bantuan ini diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan mendesak warga, tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa nilai gotong royong dan persatuan tetap hidup di tengah ujian bencana.
(Noval/Tim)

Social Header