SULUT – Menjelang kunjungan kerja Gibran Rakabuming Raka (RI 2) ke Sulawesi Utara, tensi pengamanan dan perhatian publik meningkat tajam. Wapres dijadwalkan tiba pada Rabu dengan agenda kunjungan di wilayah Minahasa Utara (Minut) hingga Kota Bitung.
Informasi yang beredar menyebutkan, titik pendaratan Wapres akan berada di wilayah Minut sebelum melanjutkan agenda ke Bitung. Menyambut kedatangan orang nomor dua di Indonesia tersebut, aparat gabungan dari berbagai unsur telah disiagakan dan disebar di sejumlah titik strategis.
Pantauan di lapangan menunjukkan kesiapsiagaan aparat yang diperketat, mulai dari jalur utama, objek vital, hingga kawasan yang dianggap rawan. Langkah ini dilakukan guna memastikan keamanan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan kenegaraan.
Namun di balik kesiapan tersebut, muncul pertanyaan tajam dari publik: apakah kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat, atau justru menjadi simbol di tengah berbagai persoalan yang belum terselesaikan?
Isu distribusi BBM subsidi, aktivitas ilegal, hingga keresahan masyarakat di sejumlah wilayah Minut dan Bitung menjadi sorotan yang tak terpisahkan dari momentum kunjungan ini. Publik berharap, kehadiran Wapres tidak sekadar seremonial, melainkan membawa solusi nyata atas berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.
Peringatan kewaspadaan juga disampaikan kepada masyarakat, terutama terkait potensi gangguan keamanan maupun aktivitas mencurigakan di sekitar wilayah kunjungan. Aparat meminta masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi, serta turut menjaga situasi kondusif.
Kunjungan ini menjadi ujian nyata bagi negara dalam menunjukkan kehadirannya di tengah masyarakat. Apakah kunjungan Wapres akan menjawab berbagai kegelisahan publik, atau justru mempertegas kesan bahwa negara belum sepenuhnya hadir?
Semua mata kini tertuju pada Sulawesi Utara.

Social Header