Breaking News

https://youtu.be/baf3VlHdXto?si=XGJvc-8JiC3mj-OS

Ancaman Bunuh Mengguncang Buru! Wartawan dan Ibu Rumah Tangga Diteror Saat Tagih Ganti Rugi — ‘Saya Potong Leher Kamu!’


Namlea, 17 April 2026 — Aksi ancaman pembunuhan mengguncang Kabupaten Buru, Maluku. Seorang ibu rumah tangga berinisial LB dan seorang wartawan berinisial AB diduga mendapat ancaman serius dari seorang pria berinisial IN saat menagih janji ganti rugi atas kerusakan fasilitas milik korban.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 15 April 2026, di Desa Wamsalit. Saat itu, LB bersama AB mendatangi kediaman IN untuk meminta kejelasan terkait kesepakatan pembayaran ganti rugi bak air milik LB yang rusak akibat aktivitas alat berat yang diduga berkaitan dengan koperasi milik Helena.

Namun, alih-alih mendapat penyelesaian, situasi justru berubah mencekam. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang tamu dan disaksikan orang tua IN, terduga pelaku disebut melontarkan ancaman serius menggunakan bahasa daerah.

> “Dela Wadun Bana” (yang berarti: saya potong leher kamu sampai putus), diduga diucapkan langsung kepada korban.

Ancaman tersebut sontak membuat LB dan AB mengalami ketakutan mendalam dan trauma. Merasa keselamatan mereka terancam, keduanya langsung mengambil langkah hukum.

Pada Kamis, 16 April 2026, laporan resmi dilayangkan ke Polsek Waeapo, Kabupaten Buru, yang kemudian merespons cepat pengaduan tersebut.

LB menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dianggap sepele dan harus ditindak tegas agar menjadi efek jera.

> “Ini bukan hal kecil. Ancaman seperti ini sangat berbahaya. Kami berharap pelaku diproses sesuai hukum agar tidak terulang kepada orang lain,” tegas LB

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang dinilai sigap menangani laporan tersebut.

Pihak media turut memberikan penghargaan atas langkah cepat aparat dalam merespons kasus ini, sekaligus mendorong agar proses hukum berjalan transparan dan profesional.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa kebebasan pers dan keselamatan warga sipil tidak boleh diintimidasi oleh ancaman kekerasan dalam bentuk apa pun. Publik kini menanti langkah tegas aparat untuk memastikan hukum benar-benar ditegakkan tanpa kompromi.Red
© Copyright 2022 - GARDA BHAYANGKARA