Bitung/Manado – 4 Maret 2026 - Polemik pengamanan truk berplat DB 8958 DY kian memanas. Setelah sebelumnya sempat diperiksa di wilayah Bitung, kendaraan tersebut kini berada dan diamankan di kawasan Lantamal Kodaeral VIII Manado.
Informasi terbaru di lapangan menyebutkan, saat ini sedang berlangsung proses pembongkaran terhadap mobil yang diduga bermuatan sianida tersebut di area Lantamal Kodaeral VIII Manado. Aktivitas pembongkaran itu langsung menjadi perhatian publik karena sebelumnya kendaraan tersebut berada di wilayah hukum Bitung.
Pertanyaan keras pun bermunculan. Mengapa barang bukti yang telah berada di wilayah Bitung tidak diamankan dan diproses di Polres Bitung? Mengapa justru bergeser hingga ke Manado?
Sebelumnya, kendaraan tersebut keluar dari area parkiran Pelabuhan ASDP Bitung yang saat itu disebut berada dalam pengawasan berlapis. Di lokasi terdapat Bea Cukai Provinsi, aparat penegak hukum (APH), anggota AL, serta awak media. Dengan kehadiran berbagai unsur tersebut, publik mempertanyakan bagaimana kendaraan bisa melanjutkan perjalanan hingga ke luar kota.
Kini, dengan adanya pembongkaran mobil di Lantamal Kodaeral VIII Manado, sorotan semakin tajam. Jika benar muatannya merupakan bahan kimia berbahaya seperti yang diduga, maka prosedur pengamanan, kewenangan, dan koordinasi lintas institusi wajib dijelaskan secara terbuka.
Masyarakat mempertanyakan:
-Siapa yang memiliki kewenangan penuh atas penanganan kendaraan tersebut?
-Mengapa proses pengamanan tidak dituntaskan di wilayah awal pemeriksaan?
-Apakah seluruh prosedur hukum telah dijalankan sesuai aturan yang berlaku?
Peristiwa ini bukan sekadar soal satu unit kendaraan. Ini menyangkut sistem pengawasan di pintu masuk strategis daerah dan sinergi antar aparat negara. Transparansi menjadi harga mati agar tidak muncul spekulasi liar di tengah masyarakat.
Publik Sulawesi Utara kini menunggu klarifikasi resmi dan penjelasan terbuka dari seluruh pihak terkait. Penegakan hukum harus berdiri tegak, profesional, dan bebas dari bayang-bayang keraguan. (Red)

Social Header