Breaking News

https://youtu.be/baf3VlHdXto?si=XGJvc-8JiC3mj-OS

Polres Bitung Bergerak Cepat Amankan 17 Pelaku Tawuran Remaja, Polisi Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas

Bitung, 9 Maret 2026 – Kepolisian Resor Bitung bergerak cepat menindaklanjuti aksi tawuran antar kelompok pemuda dari wilayah Sari Kelapa dan Empang yang viral di media sosial pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 07.00 WITA. Dalam penanganan kasus tersebut, aparat kepolisian berhasil mengamankan 17 orang terduga pelaku tawuran.

Kapolres Bitung, Albert Zai, menyampaikan hal tersebut saat menggelar konferensi pers di Polsek Maesa, Senin (9/3/2026).

Kapolres menjelaskan bahwa peristiwa tawuran terjadi di pertigaan Sari Kelapa–Empang dan melibatkan dua kelompok pemuda dari wilayah tersebut. Dalam aksi tersebut para pelaku menggunakan berbagai benda berbahaya untuk saling menyerang.

“Berdasarkan video yang viral di media sosial pada tanggal 8 Maret sekitar pukul 07.00 pagi, terlihat sekelompok anak muda melakukan perkelahian menggunakan batu, katapel, panah wayer serta benda lainnya,” ujar Kapolres.

Setelah melakukan penyelidikan dan penelusuran terhadap rekaman video yang beredar, aparat kepolisian berhasil mengamankan 17 orang, terdiri dari 7 orang dari kelompok Sari Kelapa dan 10 orang dari kelompok Empang.

Kapolres mengungkapkan bahwa sebagian besar pelaku masih berusia muda, bahkan beberapa di antaranya masih di bawah umur.

“Rata-rata usia mereka masih sangat muda. Ada yang berusia 14 dan 15 tahun, dan ada juga yang sudah dewasa sekitar 23 tahun. Mayoritas yang diamankan masih anak-anak di bawah umur,” jelasnya.

Selain mengamankan para terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang digunakan dalam aksi tawuran tersebut, di antaranya lembaran seng, selimut yang digulung, serta panah wayer yang diduga digunakan untuk menyerang kelompok lawan.

Kapolres juga menjelaskan bahwa pihak kepolisian sebenarnya telah melakukan pemantauan di lokasi sejak malam hari. Namun saat terjadi pergantian personel pengamanan, para pelaku memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan aksi tawuran.

“Kami sudah melakukan pengamanan dari malam hingga pagi. Namun saat pergantian anggota, mereka memonitor pergerakan sehingga terjadi sedikit keterlambatan dalam penanganan,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, pihak kepolisian berencana mendirikan pos pengamanan di titik yang sering menjadi lokasi berkumpulnya para remaja dari kedua wilayah tersebut.

Kapolres menegaskan bahwa konflik tersebut dipicu oleh persoalan sepele yang bermula dari saling ejek di media sosial hingga akhirnya memicu aksi tawuran.

“Permasalahan ini sebenarnya hanya masalah kecil, yaitu saling ejek di media sosial yang kemudian memicu mereka saling mengundang teman-temannya hingga terjadilah tawuran,” ungkap Kapolres.

Untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi, kepolisian akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para orang tua guna memberikan pembinaan kepada para remaja.

“Penanganan masalah ini tidak cukup hanya dengan penegakan hukum. Kita harus melibatkan semua pihak, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat, agar anak-anak ini bisa mendapatkan pembinaan dan tidak mengulangi perbuatannya,” jelasnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat Bitung agar tetap tenang dan tidak khawatir, karena kepolisian akan terus meningkatkan pengamanan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami dari Polres Bitung menjamin keamanan Kota Bitung. Kami akan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk menjaga kota ini tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan indikasi kenakalan remaja atau potensi konflik di lingkungan masing-masing, sehingga dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.

© Copyright 2022 - GARDA BHAYANGKARA