Breaking News

https://youtu.be/baf3VlHdXto?si=XGJvc-8JiC3mj-OS

GAMKI Halmahera Utara Kecam Penolakan Damai: Ancaman Nyata bagi Stabilitas dan Persatuan Daerah

Halmahera Utara, 29 Maret 2026 – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Halmahera Utara menyampaikan sikap tegas dan keras terhadap penolakan kesepakatan damai, serta mengingatkan bahwa tindakan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas dan persatuan masyarakat Halmahera Utara.

Kesepakatan damai yang dicapai pada 26 Maret 2026 di Kantor Bupati Halmahera Utara, Ruang Rapat Fredy Tjandua, bukanlah kesepakatan biasa. Pertemuan itu dihadiri secara lengkap oleh Pemerintah Daerah Halmahera Utara, DPRD, TNI, POLRI, Pengadilan, Kejaksaan,  tokoh agama dari Sinode Gereja, MUI, Pimpinan Jemaat dan Depag Halmahera Utara serta Duta Perdamaian KODIM Halut /Kodam XVI Pattimura & Polda Maluku Utara.

Selain itu, hadir pula kekuatan penuh elemen kepemudaan dan masyarakat, yakni OKP Lintas Iman dan OKP Cipayung Plus, KAHMI, GAMKI, Pemuda Katolik, Pemuda GMIH, GP Ansor, KNPI, GMNI, GMKI, IMM, PCPS GMKI, KPPG, PERUATI, pemuda adat, hingga panitia Takbiran-PHBI. Dengan keterlibatan menyeluruh ini, tidak ada ruang untuk membantah bahwa kesepakatan damai adalah keputusan kolektif yang sah, inklusif, dan mengikat secara moral bagi semua pihak.

"Ketua GAMKI Halut Aksandri Kitong" menegaskan bahwa, insiden malam takbiran telah ditangani secara hukum oleh Polres Halmahera Utara dan merupakan tindakan kriminal murni oleh oknum. Oleh karena itu, setiap upaya memelintir fakta, membangun narasi konflik, atau menggiring opini publik ke arah perpecahan adalah tindakan yang tidak dapat ditoleransi. Menurut Sandri"

GAMKI memperingatkan dengan tegas: tidak boleh ada lagi gerakan tambahan maupun opini liar dalam bentuk apa pun. Setiap bentuk provokasi, agitasi, dan upaya mengganggu kedamaian akan berhadapan dengan sikap tegas seluruh elemen yang telah berkomitmen menjaga stabilitas daerah.

Penolakan terhadap kesepakatan damai sama dengan mengabaikan komitmen bersama dan berpotensi merusak tatanan sosial yang selama ini dijaga dengan susah payah oleh seluruh masyarakat Halmahera Utara.

“Halmahera Utara adalah rumah bersama. Tidak ada tempat bagi kepentingan sempit yang memecah belah. Semua pihak wajib tunduk pada komitmen damai yang telah disepakati bersama,” tegas Ketua GAMKI Halmahera Utara.

GAMKI mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri, tidak terprovokasi, dan berdiri bersama menjaga persatuan dalam semangat Hibua Lamo—hidup rukun, damai, dan saling menghormati. Tutup Sandri

(Noval/Dj)
© Copyright 2022 - GARDA BHAYANGKARA