Breaking News

https://youtu.be/baf3VlHdXto?si=XGJvc-8JiC3mj-OS

DARURAT KEADILAN DI BITUNG! THR PETUGAS KEBERSIHAN DIDUGA “DITELANTARKAN”, PEMKOT DISERET DALAM DUGAAN PEMBIARAN SISTEMATIS

Bitung, 20 Maret 2026 — Skandal dugaan pengabaian hak petugas kebersihan di Kota Bitung kini memasuki fase serius dan memantik kemarahan publik. Tunjangan Hari Raya (THR) yang merupakan hak wajib para pekerja hingga saat ini belum juga diterima, memunculkan dugaan kuat adanya kelalaian fatal bahkan pembiaran sistematis oleh Pemerintah Kota Bitung.

Ironisnya, para petugas kebersihan yang setiap hari menjadi benteng utama menjaga kebersihan kota justru diperlakukan seolah tidak memiliki nilai. Mereka bekerja tanpa kenal waktu, bergelut dengan sampah demi wajah kota, namun hak dasar mereka diduga “ditelantarkan”.

Kondisi ini bukan lagi sekadar keterlambatan administratif—ini telah menjelma menjadi krisis keadilan bagi pekerja lapangan. Publik pun mulai mempertanyakan: apakah Pemerintah Kota Bitung masih memiliki keberpihakan terhadap rakyat kecil?

Sorotan tajam mengarah kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung yang dinilai gagal total dan tidak menunjukkan keberanian dalam memperjuangkan hak bawahannya. Sikap bungkam dan minim langkah konkret memperkuat kesan adanya pembiaran yang tidak bisa ditoleransi.

Lebih jauh, Pemerintah Kota Bitung dinilai tidak menunjukkan sense of crisis. Di tengah penderitaan para petugas kebersihan, pemerintah justru dianggap diam dan abai, seakan persoalan ini bukan prioritas.

Situasi ini memicu dugaan publik adanya kegagalan serius dalam tata kelola hak pegawai. Bahkan, tidak sedikit yang menilai bahwa ini adalah bentuk nyata ketidakbecusan birokrasi dalam melindungi pekerja yang paling rentan.

Peringatan Keras untuk Pemerintah Kota Bitung:

Segera bayarkan THR tanpa alasan dan tanpa penundaan

Buka secara transparan penyebab keterlambatan kepada publik

Evaluasi total dan copot pejabat yang tidak mampu bekerja

Hentikan praktik pembiaran yang merugikan pekerja kecil

Jika tuntutan ini terus diabaikan, maka krisis ini akan berkembang menjadi gelombang ketidakpercayaan publik yang lebih besar terhadap Pemerintah Kota Bitung.

Petugas kebersihan bukan alat yang bisa dipakai lalu dilupakan. Mereka adalah tulang punggung kota. Mengabaikan mereka sama saja dengan mengabaikan kemanusiaan itu sendiri.

Cukup! Ketidakadilan ini harus dihentikan sekarang juga.
© Copyright 2022 - GARDA BHAYANGKARA