Bitung, Sulawesi Utara — 16 Januari 2026 - Amarah masyarakat Kecamatan Madidir, Kota Bitung, mencapai puncaknya. Camat Madidir, Handri B. Enoch, dinilai gagal total menjalankan fungsi kepemimpinan, setelah rangkaian himbauan yang disampaikan secara emosional berdampak buruk hingga memicu pembakaran sampah dan rusaknya Bak Sampah Kelurahan Kadoodan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 pagi, dan langsung menyulut kekecewaan luas warga. Bak Sampah yang seharusnya menjadi sarana edukasi lingkungan dan pengelolaan sampah justru menjadi korban dari kegagalan komunikasi dan pengendalian sosial pemerintah kecamatan.
Masyarakat menilai, cara penyampaian himbauan oleh Camat Madidir Handri B. Enoch tidak mencerminkan kepemimpinan yang bijak dan menenangkan, melainkan memperkeruh situasi dan menyulut emosi warga, hingga berujung pada tindakan yang merusak fasilitas publik.
“Seorang camat seharusnya hadir sebagai penyejuk, bukan pemantik kemarahan. Apa yang terjadi ini adalah bukti kegagalan kepemimpinan,” tegas salah satu warga Madidir.
Akibat kejadian tersebut, Bank Sampah Kelurahan Kadoidan mengalami kerusakan, menimbulkan kerugian lingkungan dan sosial, serta menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah kecamatan. Warga menilai insiden ini bukan peristiwa biasa, melainkan alarm keras atas buruknya tata kelola pemerintahan di tingkat kecamatan.
Atas dasar itu, desakan agar Camat Madidir Handri B. Enoch segera dicopot dari jabatannya menguat. Masyarakat meminta Wali Kota Bitung tidak menutup mata dan segera mengambil langkah tegas demi menjaga stabilitas sosial dan wibawa pemerintah daerah.
Publik juga mendesak Inspektorat Kota Bitung untuk melakukan pemeriksaan administratif dan etik secara menyeluruh, guna mengungkap kronologi kejadian, menilai pola kepemimpinan camat, serta memastikan ada pertanggungjawaban yang jelas atas dampak yang ditimbulkan.
Masyarakat Madidir menegaskan, ini bukan persoalan pribadi, melainkan tanggung jawab jabatan publik. Bila pejabat tidak mampu mengendalikan situasi, emosi, dan komunikasi di tengah masyarakat, maka jabatan tersebut patut dievaluasi bahkan dicabut.
“Jika tidak ada tindakan tegas, maka publik akan menilai ada pembiaran terhadap kegagalan aparatur,” tegas warga.
Kota Bitung tidak boleh dipimpin oleh pejabat yang gagal mengelola masyarakatnya.
Camat Madidir dinilai gagal — dan rakyat menuntut: COPOT.

Social Header