Takalar - 30 April 2025 - Polemik yang terjadi di desa Laikang Kec. Laikang Kab. Takalar terhadap rencana pembangunan kawasan industri menuai aksi demonstrasi penolakan pembangunan kawasan industri ini di lakukan oleh warga desa Laikang yang ke 4 kalinya yang mengatasnamakan APPAMALLA aksi ini di lakukan di 3 titik berbeda yaitu Kantor Desa Laikang, Kantor Pemda Takalar dan Gedung DPRD Kab. Takalar.
Aksi ini mulai tidak kondusif ketika pagar yang di pegang peserta massa aksi tiba-tiba runtuh entah karena pagarnya sudah tua atau bagaimana.
Kemudian tidak hanya sampai di situ, runtuhnya pagar itu kemudian di anggap di besar-besarkan oleh PEMDA Takalar karena telah membuat laporan untuk mempolisikan masyarakatnya sendiri yang melakukan aksi demonstrasi untuk penolakan kawan industri yang di anggap pembangunan kawasan industri adalah bencana bagi masyarakat karena sumber mata pencahariannya adalah budidaya rumput, Lobster, lawi-lawi dan nelayan yang notabenenya tidak bisa berdampingan dengan industri.
Hal ini yang membuat kecamanan dari pengurus karang taruna Desa Laikang, Karena menganggap secara Etika pemimpin harusnya menemui masyarakatnya untuk menjelaskan rencana pembangunan kawasan industri apakah akan berdampak ke masyarakat atau menjadi bencana untuk masyarakat Laikang bukan memenjarakan hanya persoalan pagar yang notabenenya di bayar pajaknya oleh masyarakatnya sendiri.
Maka dari kami dari pengurus Karang Taruna mengecam dan menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk menolak segala aktivitas dan kunjungan Bupati Takalar ke desa Laikang sebagai pemimpin tertinggi di PEMDA Takalar sebagai bentuk protes karena telah mempolisikan masyarakatnya di Desa Laikang
(Red/Natar)

Social Header