Breaking News

https://youtu.be/baf3VlHdXto?si=XGJvc-8JiC3mj-OS

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Barang Ilegal Asal Filipina Senilai Rp1,1 Miliar di Perairan Bitung.

Bitung, 1 Januari 2026 — Komitmen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dalam menjaga kedaulatan laut dan stabilitas ekonomi nasional kembali dibuktikan. Tim Quick Response (QR)-8 Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII bersama Tim Gabungan Bea Cukai Sulawesi Utara berhasil menggagalkan aksi penyelundupan barang ilegal asal Filipina di wilayah perairan Sulawesi Utara.

Keberhasilan operasi tersebut diungkapkan langsung oleh Komandan Kodaeral VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, dalam konferensi pers di Manado, Rabu (31/12). Ia menjelaskan bahwa pengungkapan berawal dari patroli laut intensif yang dilakukan tim gabungan di perairan Batu Angus, Kota Bitung, pada Selasa malam (30/12).

Dalam patroli tersebut, prajurit TNI AL mendeteksi pergerakan mencurigakan satu unit kapal fiber tanpa dokumen resmi yang berusaha masuk secara ilegal ke wilayah perairan Indonesia. Setelah dilakukan penyergapan dan pemeriksaan, tim menemukan sejumlah besar barang ilegal yang diduga kuat berasal dari Filipina.

Berdasarkan hasil identifikasi awal, total nilai barang bukti yang diamankan mencapai Rp1.124.572.200, sementara potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan diperkirakan sebesar Rp286.484.768. Seluruh barang bukti beserta kapal kini telah diamankan dan ditarik ke Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral VIII Bitung untuk proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Komandan Kodaeral VIII menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil sinergi kuat antara TNI AL dan Bea Cukai dalam menjaga perbatasan laut Indonesia dari kejahatan lintas negara. Operasi ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi jaringan penyelundupan internasional bahwa negara hadir dan tidak mentolerir aktivitas ilegal di wilayah yurisdiksi nasional.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa TNI AL akan terus meningkatkan intensitas pengawasan dan pengerahan unsur operasi laut, khususnya di wilayah perbatasan, guna mencegah pelanggaran hukum serta masuknya barang ilegal yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat.

Keberhasilan ini menegaskan peran strategis TNI AL sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan maritim Indonesia, sekaligus benteng pertahanan ekonomi nasional dari ancaman kejahatan lintas batas melalui jalur laut.
© Copyright 2022 - GARDA BHAYANGKARA