BITUNG, 24 Mei 2026 – Fenomena pergantian bendera politik yang dilakukan Walikota Bitung, Hengky Honandar, kembali menjadi sorotan tajam di kalangan pengamat politik maupun masyarakat luas. Uyun Musa, tokoh publik yang dikenal kritis dan vokal, akhirnya angkat bicara menanggapi dinamika tersebut, sekaligus membaca peta kekuatan politik menjelang kontestasi pemilihan kepala daerah tahun 2029 mendatang.
Dilihat dari perjalanan karir politiknya, Hengky Honandar memang dikenal sebagai sosok yang lincah dan piawai membaca peluang. Jejak rekamnya memperlihatkan perpindahan dari Partai Demokrat, kemudian bergabung ke PDI Perjuangan, hingga meraih kesuksesan dan memegang jabatan strategis. Setelah itu, beliau kembali berpindah haluan ke Partai NasDem dan sukses besar hingga duduk di kursi Walikota Bitung. Kini, langkah besar kembali diambil, di mana Hengky Honandar resmi meloncat ke Partai Gerindra.
“Bagi kami, langkah pindah ke Partai Gerindra ini bukan sekadar perpindahan biasa. Ini jelas merupakan perhitungan politik matang dan persiapan jangka panjang, yang besar kemungkinannya ditujukan untuk merajut kekuatan menjelang tahun politik 2029 nanti,” ungkap Uyun Musa dengan tegas.
Berdasarkan analisa politik yang berkembang dan data kekuatan partai di daerah, terdapat indikasi kuat bahwa pasangan Hengky Honandar – Randito Maringka (HH-RM) berencana kembali maju berpasangan untuk mengamankan periode kedua kekuasaan melalui kendaraan politik Partai Gerindra. Namun, di balik rencana besar tersebut, muncul satu pertanyaan krusial yang menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan elit politik maupun masyarakat: Bagaimana jika nanti pasangan ini tidak lagi berpasangan? Lalu siapa sosok yang akan diusung dan diandalkan oleh Partai Gerindra?
Pertanyaan ini menjadi relevan mengingat posisi Wakil Walikota Bitung, Bapak Randito Maringka, yang sekaligus menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Kota Bitung. Di bawah kepemimpinannya, Partai Gerindra mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih 7 kursi di legislatif — pencapaian yang menunjukkan basis massa yang sangat kuat dan kokoh.
“Fakta yang tidak bisa dipungkiri, suara rakyat dan berbagai survei yang ada di lapangan menunjukkan satu hal nyata: mayoritas masyarakat Bitung sangat menginginkan dan mendukung Randito Maringka untuk maju sebagai calon Walikota Bitung pada tahun 2029 mendatang. Randito adalah sosok yang dicintai rakyat, dekat dengan masyarakat, dan rekam jejak kinerjanya teruji. Dukungan itu bukan rekayasa, melainkan keinginan murni dari akar rumput,” tegas Uyun Musa menanggapi peluang masa depan sang Wakil Walikota.
Di tengah hiruk-pikuk manuver politik dan perhitungan kekuasaan tersebut, Uyun Musa juga menyampaikan pesan keras dan serius yang mewakili harapan banyak warga Kota Bitung. Ia mengingatkan agar pucuk pimpinan daerah tidak terlena atau terlalu fokus pada perhitungan politik jangka panjang, namun melupakan tugas pokok dan fungsi saat ini.
“Pesan kami tegas dan lantang untuk Bapak Walikota: Fokuslah dulu membangun Kota Bitung. Tuntaskan segala janji-janji politik yang pernah diucapkan di hadapan rakyat. Masih ada waktu tersisa sekitar 3 tahun ke depan. Gunakan masa ini sebaik-baiknya untuk memperbaiki kinerja pemerintahan, memacu pertumbuhan ekonomi rakyat, menyelesaikan masalah infrastruktur yang tertunda, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” imbau Uyun Musa.
Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin tidak dinilai dari seberapa banyak partai politik yang pernah dijadikan tempat berlindung, melainkan dari seberapa banyak karya nyata dan kesejahteraan yang berhasil dihadirkan bagi masyarakat yang dipimpinnya.
“Biarkan rakyat yang menjadi hakim. Apapun perhitungan politiknya, apapun rencana untuk 2029 nanti, ingatlah satu hal: Kursi kekuasaan itu titipan rakyat. Maka, buktikan dulu kinerjanya hari ini, baru bicara soal masa depan,” pungkas Uyun Musa.

Social Header